SD · 8 menit · Akustik & Gelombang Bunyi
Bunyi, nada, dan keras suara
Petik karet yang direntangkan di kotak kosong. Karet bergetar, menggerakkan udara, dan perubahan tekanan mencapai telinga. Jangan dekatkan sumber bunyi keras ke telinga.
Yang akan kamu pelajari
- Gelombang bunyi
- Frekuensi
- Amplitudo
- Tinggi nada
- Intensitas
- Keras bunyi
- Resonansi
- Akustik
- Efek Doppler
Pahami konsepnya
Bunyi adalah gelombang mekanik yang memerlukan medium; vakum tidak menghantarkan bunyi biasa. Pada udara, rapatan-renggangan merambat longitudinal. Frekuensi berkaitan dengan tinggi nada, amplitudo tekanan dengan intensitas; keras yang dirasakan juga bergantung frekuensi dan pendengar.
Intensitas I adalah daya per luas. Akustik mempelajari produksi, rambat dan penerimaan bunyi, termasuk pantulan, penyerapan dan resonansi ruang. Efek Doppler mengubah frekuensi teramati karena gerak relatif sumber/pendengar terhadap medium.
Analisis lanjut
Tingkat intensitas β=10 log₁₀(I/I₀) dB, dengan acuan bunyi udara yang lazim I₀=10⁻¹² W/m². Dua sumber tak koheren berintensitas sama menaikkan tingkat sekitar 3 dB, bukan menggandakan angka dB. Untuk pengamat diam dan sumber mendekat subsonik, f_obs=f v/(v−v_s).
Pada v_s≥v rumus depan ini tidak berlaku; diperlukan geometri gelombang kejut. Ini berbeda dari Doppler elektromagnetik relativistik.
Contoh terurai
Gelombang bunyi 340 Hz pada medium dengan v=340 m/s memiliki λ=1 m. Jika intensitas menjadi 10 kali, tingkat bertambah 10 dB. Sumber 300 Hz mendekat 34 m/s pada v=340 m/s memberi f_obs≈333 Hz.
Coba, amati, jelaskan
Buat bunyi pelan dengan karet pada kotak. Ubah panjang bagian yang bergetar dan dengarkan perubahan nada. Di lab Doppler, perubahan visual tidak mengeluarkan audio; amati jarak muka gelombangnya.
Cek pemahaman
Bunyi dapat merambat dalam vakum ideal?
- Tidak, bunyi memerlukan medium
- Ya, jika nadanya tinggi
- Ya, seperti cahaya
Jawab dan baca pembahasannya di aplikasi.
Sumber & bacaan lanjutan
openstax.org · Rujukan Bunyi, nada, dan keras suara